PENGESAHAN DRAF EKSPOSUR (DE) PENYESUAIAN TAHUNAN SAK 2018

Sehubungan dengan program konvergensi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dengan International Financial Reporting Standards (IFRS Standards), Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan Draf Eksposur (DE) Penyesuaian Tahunan 2018 dalam rapatnya pada tanggal 25 Juli 2018. DE Penyesuaian Tahunan 2018 ini merupakan hasil adopsi dari Annual Improvements to IFRSs 2015–2017 Cycle

DE Penyesuaian Tahunan pada prinsipnya merupakan kumpulan amendemen dengan ruang lingkup sempit (narrow-scope amendment) yang hanya bersifat mengklarifikasi sehingga tidak terdapat perubahan signifikan pada prinsip-prinsip yang telah ada atau tidak terdapat pengaturan prinsip baru. 

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang tercakup dalam DE Penyesuaian Tahunan 2018 adalah sebagai berikut:

PSAKHal yang DiklarifikasiTanggal Efektif

DE PSAK 22: Kombinasi Bisnis.

Baca

DE PSAK 22 (Penyesuaian 2018) mengklarifikasi bahwa ketika salah satu pihak dalam suatu pengaturan bersama, memperoleh pengendalian atas bisnis yang merupakan suatu operasi bersama (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 66), dan memiliki hak atas aset dan kewajiban atas liabilitas terkait dengan operasi bersama tersebut sesaat sebelum tanggal akuisisi, transaksi tersebut adalah kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap. Pihak pengakuisisi menerapkan persyaratan untuk kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, termasuk pengukuran kembali kepentingan yang dimiliki sebelumnya dalam operasi bersama dengan cara yang dideskripsikan dalam paragraf 42. Dengan demikian, pihak pengakuisisi mengukur kembali seluruh kepentingan yang dimiliki sebelumnya dalam operasi bersama tersebut. 
1 Januari 2019.
Opsi penerapan dini diperkenankan.

DE PSAK 26: Biaya Pinjaman

Baca

DE PSAK 26 (Penyesuaian 2018) mengklarifikasi bahwa tarif kapitalisasi biaya pinjaman adalah rata-rata tertimbang biaya pinjaman atas semua saldo pinjaman selama periode namun entitas mengecualikan dari perhitungan tersebut biaya pinjaman atas pinjaman yang didapatkan secara spesifik untuk memperoleh aset kualifikasian sampai secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan sesuai dengan intensinya atau dijual telah selesai.

DE PSAK 46: Pajak Penghasilan

Baca

DE PSAK 46 (Penyesuaian 2018) menegaskan mengenai konsekuensi pajak penghasilan atas dividen dengan menghapus paragraf 52B dan menambah paragraf 57A. Konsekuensi pajak penghasilan atas dividen (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan) timbul ketika entitas mengakui liabilitas untuk membayar dividen. Konsekuensi pajak penghasilan tersebut lebih terkait secara langsung dengan transaksi atau peristiwa masa lalu yang menghasilkan laba yang dapat didistribusikan daripada dengan distribusi kepada pemilik. Oleh karena itu, entitas mengakui konsekuensi pajak penghasilan tersebut dalam laba rugi, penghasilan komprehensif lain atau ekuitas sesuai dengan pengakuan awal entitas atas transaksi atau peristiwa masa lalu tersebut.

DE PSAK 66: Pengaturan Bersama

Baca

DE PSAK 66 (Penyesuaian 2018) mengklarifikasi bahwa pihak yang berpartisipasi dalam, tetapi tidak memiliki pengendalian bersama atas, suatu operasi bersama dapat memperoleh pengendalian bersama atas operasi bersama dalam hal aktivitas operasi bersama merupakan suatu bisnis (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 22: Kombinasi Bisnis). Dalam kasus demikian, kepentingan yang dimiliki sebelumnya dalam operasi bersama tidak diukur kembali.


Sebagai bagian dari due process penyusunan SAK, DSAK IAI mengharapkan partisipasi publik untuk memberikan masukan atau tanggapan dari regulator, asosiasi, pelaku industri, masyarakat, dan akuntan publik atas penerbitan DE tersebut secara tertulis yang disertai dengan dasar dan alasan yang mendukung paling lambat 16 November 2018 melalui email ke dsak@iaiglobal.or.id atau online.

File Lampiran:


Isi Komentar

Nama Lengkap
@
Masukkan kode di atas

Komentar

© IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2020