Home > Standar Akuntansi Keuangan > SAK Umum
 
Standar Akuntansi Keuangan
BULETIN TEKNIS 10 - PENERAPAN KETENTUAN TRANSISI ISAK 27: PENGALIHAN ASET DARI PELANGGAN
24-02-2015 14:54

Pada tanggal 23 Februari 2015 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan Buletin Teknis 10 tentang Penerapan Ketentuan Transisi ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan.

BULETIN TEKNIS 10 - PENERAPAN KETENTUAN TRANSISI ISAK 27: PENGALIHAN ASET DARI PELANGGAN
24-02-2015 14:54

Pada tanggal 23 Februari 2015 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan Buletin Teknis 10 tentang Penerapan Ketentuan Transisi ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan.

BULETIN TEKNIS 10 - PENERAPAN KETENTUAN TRANSISI ISAK 27: PENGALIHAN ASET DARI PELANGGAN
24-02-2015 14:54

Pada tanggal 23 Februari 2015 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan Buletin Teknis 10 tentang Penerapan Ketentuan Transisi ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan.

BULETIN TEKNIS 10 - PENERAPAN KETENTUAN TRANSISI ISAK 27: PENGALIHAN ASET DARI PELANGGAN
24-02-2015 14:54

Pada tanggal 23 Februari 2015 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah mengesahkan Buletin Teknis 10 tentang Penerapan Ketentuan Transisi ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan.

Annual Improvement PSAK 60 tentang Instrumen Keuangan: Pengungkapan
10-01-2013 17:45
Dokumen ini menyesuaikan PSAK 60 tentang Instrumen Keuangan: Pengungkapan yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan pada tanggal 26 November 2010.
PSAK 36: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa
02-01-2013 16:41

Pada 11 Desember 2012 DSAK IAI mengesahkan revisi PSAK 28: Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian dan PSAK 36: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa yang berlaku efektif sejak tanggal pengesahan. Ketentuan transisi diberikan terkait dengan revisi pengaturan liabilitas manfaat polis masa depan.

Beberapa perubahan signfikan pengaturan dalam PSAK 28 adalah sebagai berikut:

-

Liabilitas manfaat polis masa depan. Mengacu pada perubahan dalam PSAK 36 di bawah ini (paragraf 19).

-

Tes kecukupan liabilitas. Adanya tambahan penjelasan mengenai tingkat diskonto yang digunakan (paragraf 20).

-

Aset reasuransi. Adanya tambahan paragraf mengenai penentuan aset reasuransi (paragraf 21-23).

 

Sedangkan perubahan signifikan pengaturan dalam PSAK 36 adalah sebagai berikut:

-

Liabilitas manfaat polis masa depan. Adanya pengecualian bagi entitas dengan data yang tersedia tidak cukup memadai untuk menghitung berdasarkan metode yang disyaratkan (paragraf 12), perlakuan atas perubahan dari pengecualian tersebut ke metode yang disyaratkan (paragraf 13), dan hasil perhitungan negatif (paragraf 14-15).

-

Tes kecukupan liabilitas. Adanya tambahan penjelasan mengenai tingkat diskonto yang digunakan (paragraf 19).

-

Aset reasuransi. Adanya tambahan paragraf mengenai penentuan aset reasuransi (paragraf 20-22).

 

Revisi PSAK 28 dan PSAK 36 dilakukan tanpa melalui tahapan due process procedure, dan berdasarkan ketentuan Peraturan Organisasi IAI hal ini dimungkinkan dengan adanya persetujuan Dewan Pengurus Nasional IAI. Persetujuan tersebut diberikan pada 10 Desember 2012.

 

Manajemen Eksekutif IAI

Revisi PSAK 28: Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian
28-01-2013 16:56

Pada 11 Desember 2012 DSAK IAI mengesahkan revisi PSAK 28: Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian dan PSAK 36: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa yang berlaku efektif sejak tanggal pengesahan. Ketentuan transisi diberikan terkait dengan revisi pengaturan liabilitas manfaat polis masa depan.

Beberapa perubahan signfikan pengaturan dalam PSAK 28 adalah sebagai berikut:

-

Liabilitas manfaat polis masa depan. Mengacu pada perubahan dalam PSAK 36 di bawah ini (paragraf 19).

-

Tes kecukupan liabilitas. Adanya tambahan penjelasan mengenai tingkat diskonto yang digunakan (paragraf 20).

-

Aset reasuransi. Adanya tambahan paragraf mengenai penentuan aset reasuransi (paragraf 21-23).

 

Sedangkan perubahan signifikan pengaturan dalam PSAK 36 adalah sebagai berikut:

-

Liabilitas manfaat polis masa depan. Adanya pengecualian bagi entitas dengan data yang tersedia tidak cukup memadai untuk menghitung berdasarkan metode yang disyaratkan (paragraf 12), perlakuan atas perubahan dari pengecualian tersebut ke metode yang disyaratkan (paragraf 13), dan hasil perhitungan negatif (paragraf 14-15).

-

Tes kecukupan liabilitas. Adanya tambahan penjelasan mengenai tingkat diskonto yang digunakan (paragraf 19).

-

Aset reasuransi. Adanya tambahan paragraf mengenai penentuan aset reasuransi (paragraf 20-22).

 

Revisi PSAK 28 dan PSAK 36 dilakukan tanpa melalui tahapan due process procedure, dan berdasarkan ketentuan Peraturan Organisasi IAI hal ini dimungkinkan dengan adanya persetujuan Dewan Pengurus Nasional IAI. Persetujuan tersebut diberikan pada 10 Desember 2012.

 

Manajemen Eksekutif IAI

PSAK 58 Operasi Dalam Penghentian
12-11-2008 11:46
Tujuan Pernyataan ini ialah untuk mengatur prinsip-prinsip pelaporan informasi tentang operasi dalam penghentian, sehingga...
PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi, dan Aset Kontijensi
12-11-2008 11:46
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan dan pengukuran kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi...
PSAK 56 Laba Per Saham (LPS)
12-11-2008 11:25
Pernyataan ini bertujuan untuk menetapkan teknik penghitungan, penyajian, dan pengungkapan LPS yang...

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 Page: Sesudahnya
WebLink
 

Standar Akuntansi Keuangan